Program Pendidikan Individual (PPI)

Program Pendidikan Individual (PPI) atau Individualized Educational Program (IEP) diprakarsai oleh Samuel Gridley Howe pada tahun 1871. Program Pendidikan Individual merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan yang ditujukan kepada peserta didik dengan status berkebutuhan khusus, yang sebelumnya dikenal sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kemudian penyebutannya saat ini disebut sebagai Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).

Pengertian PPI

Perbedaan karakteristik masing-masing PDBK sangat beragam sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat individual. Program Pendidikan Individual (PPI) dapat diibaratkan sebagai kontrak tertulis antara pihak orang tua peserta didik dengan pihak sekolah tentang kebutuhan peserta didik dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan individu dengan status PDBK.

Program Pendidikan Individual meletakkan individu PDBK sebagai fokus utama tanpa melepaskan konteks situasi, kondisi, dan kekhasan atau karakteristik kebutuhan khusus mereka.

Keberagaman karakterisktik PDBK menuntut satuan pendidikan memiliki ketelitian dalam penentuan setiap PDBK memerlukan/ tidak memerlukan PPI. PDBK yang tidak memerlukan dukungan/layanan khusus dalam akses kurikulum dan pembelajaran tidak memerlukan PPI, setiap PDBK yang memerlukan dukungan/layanan khusus sebagai akibat dari hambatannya, maka diperlukan PPI. Penyusunan tujuan atau Capaian Pembelajaran (CP) pada Program Pendidikan Individual dapat berasal dari CP kurikulum reguler, CP kurikulum Pendidikan Khusus, dan CP alternatif yang disusun berdasarkan kebutuhan esensial PDBK. CP altenatif dimungkinkan untuk disusun sendiri oleh tenaga pendidik, karena CP yang dibutuhkan secara esensial tidak terdapat pada CP kurikulum reguler maupun CP kurikulum Pendidikan Khusus.

Program Pendidikan Individual idealnya dirancang oleh Multi Disciplinary Team (MDT) yang terdiri atas pihak satuan pendidikan, orang tua, dan tenaga profesional lain yang memiliki informasi dan pemahaman mengenai peserta didik dalam rangka memberikan masukan penyusunan PPI. Pada kenyataannya, terdapat kondisi di mana tim PPI hanya terdiri dari pihak satuan pendidikan dan orang tua.

Prinsip-Prinsip PPI

Berdasarkan berbagai referensi, PPI dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar berikut.

  1. PPI bertujuan menyelaraskan antara karakteristik kebutuhan khusus dan tugas perkembangan PDBK dengan kurikulum dan pembelajaran dalam upaya mengembangkan potensi mereka secara optimal.
  2. PPI berpusat pada peserta didik sebagai subjek yang dinilai aktif dan mampu belajar. Penyusunan PPI didasarkan pada karakteristik kebutuhan khusus. Perkembangan dan minat peserta didik menjadi komponen penting yang dipertimbangkan dalam membuat rancangan PP.
  3. Komponen PPI difokuskan pada kemajuan dan kebutuhan PDBK itu sendiri, sedangkan kurikulum digunakan sebagai rambu-rambu, bukan dititik beratkan sebagai target utama PPI.
  4. PPI tidak hanya terbatas pada tujuan pembelajaran/kurikulum pembelajaran. Tujuan PPI juga dapat didasarkan prioritas penanganan berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Misalnya, terkait keterampilan hidup sehari-hari atau perilaku adaptif (Activity Daily Living/ADL).
  5. PPI bersifat fleksibel terhadap berbagai perubahan dan kemajuan PDBK. Hasil akhir dari PPI sejatinya adalah kemandirian sehari-hari berguna bagi kehidupannya dan mampu berperilaku sesuai dengan lingkungannya (adaptif) sesuai dengan norma dan aturan sosial.
  6. PPI merupakan kesepakatan bersama hasil kolaborasi antar banyak pihak (Multi Diciplinary Team/MDT), yakni kesepakatan antara pihak satuan pendidikan, orang tua, dan tenaga ahli profesional lain yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan PDBK.

Fungsi PPI

Fungsi PPI secara umum adalah:
  1. Menjadi sarana bagi peningkatan usaha untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih efektif.
  2. Meningkatkan komunikasi antar pihak-pihak yang berkepentingan untuk keberhasilan peserta didik berkebutuhan khusus dalam konteks pendidikan.
Fungsi PPI bagi peserta didik adalah sebagai berikut:
  1. Menjamin setiap peserta didik berkebutuhan khusus memiliki program yang disesuaikan dengan kebutuhannya untuk mempertemukan karakteristik kebutuhan khusus mereka dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.
  2. Mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan mereka masing-masing.
  3. Mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik tanpa terhambat kondisi dan kekhususan yang mereka alami.
Fungsi PPI bagi tenaga pendidik/pihak sekolah adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan tenaga pendidik arah pengajaran sesuai dengan kekuatan, kelemahan, dan minat PDBK.
  2. Meningkatkan keterampilan tenaga pendidik yang melakukan asesmen tentang karakteristik kebutuhan belajar tiap peserta didik secara spesifik.
  3. Melakukan usaha mempertemukan antara kebutuhan-kebutuhan belajar spesifik peserta didik masing-masing dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.

sumber: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/rujukan/panduan-panduan-kurikulum-merdeka

Mungkin Anda juga menyukai