Libur Nasional dan Cuti Bersama, serta Dispensasi di Bali 2026
Libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dalam keputusan tersebut, ditetapkan sebanyak 17 hari libur nasional yang mencakup berbagai peringatan hari besar keagamaan, hari bersejarah, dan momentum nasional lainnya. Penetapan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi masyarakat, sektor swasta, dan instansi pemerintah dalam merencanakan kegiatan serta program kerja sepanjang tahun 2026 agar berjalan lebih efektif dan terstruktur.
Selain libur nasional, SKB tersebut juga mengatur alokasi 8 hari cuti bersama yang ditempatkan secara strategis mengiringi hari-hari besar tertentu, seperti Hari Raya Idulfitri, Tahun Baru Imlek, dan Natal. Penambahan cuti bersama ini diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata domestik serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dalam durasi yang lebih panjang. Dengan total akumulasi 25 hari libur, integrasi antara hari libur nasional dan cuti bersama ini menciptakan beberapa momen libur panjang (long weekend) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pekerja melalui istirahat yang cukup.
Hari Libur dan Dispensasi bagi Pada Hari Raya Suci Hindu
Khusus di wilayah Provinsi Bali, kebijakan libur tersebut diperluas dengan adanya tambahan hari libur lokal dan dispensasi pada hari raya suci Hindu melalui Surat Edaran Gubernur Bali nomor B.30.800.1.6.2/61594/PK/BKPSDM tertanggal 6 Oktober 2025. Kebijakan ini mencakup rangkaian upacara keagamaan penting seperti Hari Raya Galungan, Kuningan, Nyepi, serta rangkaian Pagerwesi dan Saraswati yang tidak termasuk dalam hari libur nasional. Pemberian dispensasi ini menjadi bentuk penghormatan negara terhadap kearifan lokal, sehingga umat Hindu di Bali dapat menjalankan rangkaian ibadah dan kewajiban religius atau swadarma mereka dengan lebih khidmat tanpa terikat oleh jadwal kerja atau sekolah yang ketat.
| No | Tanggal | Hari | Keterangan |
| 1 | 17 Januari | Sabtu | Hari Raya Siwaratri |
| 2 | 18 Maret | Rabu | Hari Raya Suci Tawur Kesanga |
| 3 | 19 Maret | Kamis | Hari Raya Suci Nyepi Caka 1948 |
| 4 | 20 Maret | Jumat | Hari Raya Suci Ngembak Geni |
| 5 | 4 April | Sabtu | Hari Raya Suci Saraswati |
| 6 | 8 April | Rabu | Hari Raya Suci Pagerwesi |
| 7 | 16 Juni | Selasa | Hari Raya Suci Penampahan Galungan |
| 8 | 17 Juni | Rabu | Hari Raya Suci Galungan |
| 9 | 18 Juni | Kamis | Hari Raya Suci Umanis Galungan |
| 10 | 26 Juni | Jumat | Hari Raya Suci Penampahan Kuningan |
| 11 | 27 Juni | Sabtu | Hari Raya Suci Kuningan |
| 12 | 31 Oktober | Sabtu | Hari Raya Suci Saraswati |
| 13 | 4 November | Rabu | Hari Raya Suci Pagerwesi |