Konsentrasi Larutan

Konsentrsi suatu larutan merujuk ke bobot atau volume zat terlarut dalam pelarut atau larutan yang banyaknya  ditentukan. Ada beberapa metode yang lazim digunakan untuk mengungkapkan konsentrasi.

Molaritas

Molaritan (kemolaran) dilambangkan dengan huruf M. Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Secara metematis, molaritas dapat dinyatakan sebagai berikut.

Contoh soal

  1. Berapakah molaritas larutan yang dibuat dengan cara melarutkan 2,925 gram NaCl (Mr 58,5) dalam 100 mL akuades?

Lihat Jawaban
Penyelesaian:

konsentrasi

 

  1. Asam sulfat (Mr=98) pekat memiliki kadar 98% dan massa jenisnya 1,8 g/mL. Berapakah molaritas asam sulfat tersebut?

Lihat Jawaban
Penyelesaian

konsentrasi

Keuntungan yang diperoleh jika konsentrasi dinyatakan dengan molaritas adalah kemudahan untuk mengetahui jumlah mol zat terlarut dalam suatu larutan dan volume larutan jika konsentrasi dan jumlah molnya diketahui. Jika ingin mengetahui jumlah mol dalam suatu larutan, persamaan di atas dapat diubah menjadi:

 mol zat = volume larutan x molaritas 

Contoh Soal

Tentukan mol alkohol (Mr = 46) dan massanya yang terdapat dalam 100 mL larutan alkohol 0,23 M.

Lihat Jawaban

Volume alkohol = 100 mL = 0,1 L

jumlah mol alkohol (n) = volume x molaritas

= 0,1 L x 0,23 mol L-1

massa 0,023 mol alkohol = 0,023 mol x 46 g mol-1

= 1,058 gram

suatu larutan dengan molaritas tertentu dapat digunakan untuk membuat larutan lain dengan molaritas yang berbeda. Larutan itu dapat diperoleh dari pelarutan zat murni, pengenceran, atau pencampuran dua larutan yang berbeda konsentrasinya.

Pelarutan Zat Murni

Sebagian besar bahan kimia yang tersedia di laboratorium berupa zat padat. Oleh karena itu, larutan dari tiap zat dibuat dengan cara pelarutan. Pelarutan dilakukan dengan cara mencampurkan zat terlarut dengan pelarut tertentu.

Sebagai contoh, anda akan membuat 250 mL larutan NaOH 0,1 M dari NaOH padat. Persiapan yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut.

Lihat Jawaban

  1. Menghitung massa NaOH yang diperlukan.

mol NaOH = 250 mL x 0,1 mmol mL-1

= 25 mmol = 0,025 mol.

massa NaOH = 0,025 mol x 40 g mol-1

= 1 gram

  1. menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, antara lain neraca, labu takar 250 mL, sendok sungu, NaOH padat, dan akuades.
  2. memasukkan 150 mL akuades dan 1 gram NaOH padat dalam labu takar. Setelah semua larut, tambahkan akuades secara perlahan-lahan hingga volumenya 250 mL (sampai tanda batas).
Pengenceran

Pengenceran menyebabkan volume dan kemolaran berubah, tetapi tidak mengubah jumlah mol zat terlarut. Karena jumlah mol tidak berubah maka berlaku persamaan berikut.

mol 1 = mol 2

V1M1 = V2M2

V1M1 = volume dan konsentrasi larutan mula-mula

V2M2 = volume dan konsentrasi larutan setelah pengenceran

Contoh soal

Jika tersedia 10 mL larutan NaOH 0,5 M, berapakah volume akuades yang diperlukan untuk membuat larutan NaOH 0,1 M ?

Lihat Jawaban
Jawaban

dimisalkan volume air yang digunakan untuk mengencerkan adalah x mL. Volume setelah pengenceran adalah (10+x) mL.

V1M1 = V2M2

10 mL x 0,5 M = (10+x) mL x 0,1 M

Pencampuran Dua Larutan yang Berbeda Konsentrasinya

Untuk menentukan konsentrasi setelah pencampuran, yang harus diperhatikan adalah jumlah mol dan volume. Jumlah mol setelah pencampuran terdiri atas mol yang berasal dari zat pertama dan mol yang berasal dari zat kedua. Demikian juga dengan volumenya. Volume pancampuran merupakan penjumlahan dari dari volume kedua zat yang dicampurkan. Secara matematis, pernyataan itu dapat ditulis sebagai berikut.

n1 + n2 = nc
V1M1 + M2V2 = VcMc

Contoh Soal

Dalam suatu percobaan di laboratorium, tersedia 200 mL larutan H2SO4 0,1 M dan 10 mL larutan H2SO4 0,5 M. Jika kedua larutan itu dicampur, berapakah konsentrasi

Lihat Jawaban
Penyelesaian

Misalkan larutan yang dihasilkan mempunyai konsentrasi Mc.

V1M1 + M2V2 = VcMc
(10 mL x 0,5 M) + (200 mL x 0,1M) = 210 mL x Mc
(5 + 20) mmol = 210 mL x Mc
Mc = (25 mmol) : 210 mL ∽ 0,1 M

Persentase

Persentase Massa

Persentase massa adalah kepekatan yang dinyatakan sebagai perbandingan antara bobot zat terlarut dan bobot larutan dikalikan 100%.

konsentrasi

 

 

 

 

Persentase massa tidak memiliki satuan karena merupakan perbandingan antara dua zat dengan satuan sama.

Contoh Soal

Lima gram gula dilarutkan dalam 20 gram air. Berapakah persentase massa gula tersebut dalam larutan.

Penyelesaian

konsentrasi

Persentase Volume

Konsentrasi larutan dari dua cairan sering dinyatakan sebagai persentase volume, yaitu kepekatan yang dinyatakan sebagai perbandingan antara volume zat terlarut dan volume larutan dikalikan 100%.

Contoh Soal

Minuman beralkohol mengandung sekitar 12 mL alkohol (etanol) per 100 mL larutan. Berapakah persentase alkohol dalam minuman tersebut?

Lihat Jawaban
Penyelesaian

konsentrasi

 

Persentase Berat per Volume

Untuk perhitungan tertentu dikenal juga persen berat per volume. Persen berat per volume menyatakan banyaknya zat yang dilarutkan dalam sejumlah tertentu pelarut untuk memperoleh volume larutan yang diinginkan.

Contoh Soal

Sebanyak 1,2 gram garam dapur (NaCl) dilarutkan dalam air untuk membentuk 160 mL larutan garam. Berapa persentase berat per volume NaCl dalam larutan?

Lihat Jawaban

konsentrasi

 

Bagian per juta

Jika konsentrasi suatu zat relatif rendah, konsentrasi zat itu dapat dinyatakan dalam bagian perjuta (bpj). Bagian per juta menyatakan banyaknya mg zat terlarut dalam 1 liter larutan atau dalam 1 kg larutan padat. Secara matematis, bpj massa dan bpj volume dapat ditulis sebagai berikut.

Contoh soal

  1. Dalam 155,3 gram sampel air kolam ditemukan sekitar 1,7 x 10-4 gram fosfat. Berapakah konsentrasi fosfat tersebut dalam ppm?
Lihat Jawaban
Penyelesaian

konsentrasi

  1. Dalam 400 gram sampel air kolam terdapat 3,5 ppm nitrat terlarut. Berapakah massa nitrat terlarut dalam sampel tersebut?
Lihat Jawaban
Penyelesaiankonsentrasi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *