Perencanaan Program Pendidikan Individual

Perencanaan Program Pendidikan Individual merupakan langkah awal yang harus dilaksanakan oleh pihak yang berkepentingan dalam mencapai suatu tujuan, sasaran, strategi, dan langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan PPI tersebut.

Implementasi langkah-langkah penyusunan PPI terdiri dari tiga skema kerangka besar, yaitu tahap perencanaan PPI, tahap pelaksanaan PPI, dan tahap asesmen formatif dan sumatif tindak lanjut PPI. Setiap tahap besar terdiri dari langkah-langkah kecil yang lebih detil.

skema implementasiPerencanaan program pendidikan individual ini meliputi langkah-langkah seperti berikut.

Identifikasi
Tim yang terlibat dalam penanganan PDBK mengamati dan mengidentifikasi hambatan yang dialami PDBK secara menyeluruh di semua bidang mata pelajaran dan menyampaikan temuannya kepada kepala Satuan Pendidikan untuk segera ditindak lanjuti setelah mempunyai informasi yang cukup. Kepala satuan pendidikan segera menghubungi orangtua peserta didik dan menyampaikan hasil identifikasi tenaga pendidik serta merumuskan tindak lanjut yang akan diberikan, dapat berupa merekomendasikan asesmen lanjutan kepada tenaga profesional lain (bila ada) atau bila tidak ada maka langkah berikutnya adalah memberikan rekomendasi PPI kepada orangtua.

alur identifikasiPembentukan Tim
PPI Hal penting yang harus dilakukan pihak satuan pendidikan sebelum pembentukan tim adalah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan gambaran umum PDBK yang diperoleh berdasarkan hasil identifikasi untuk dikonfirmasikan lebih lanjut kepada tim (orang tua).
  2. Menyiapkan kuesioner bagi orang tua untuk menyampaikan harapan terhadap putra[1]putrinya dan kondisi PDBK di rumah. Di akhir pertemuan, diharapkan tercapai kesepakatan mengenai prioritas dan sasaran yang akan ditetapkan dalam PPI.
  3. Menjadwalkan dan menyelenggarakan pertemuan PPI, kemudian staf administrasi satuan pendidikan melakukan:
    • Menghubungi setiap anggota tim PPI yang dilibatkan.
    • Memberitahu jadwal pertemuan rapat PPI dengan orangtua, memastikan mereka memiliki kesempatan untuk hadir.
    • Menjadwalkan pertemuan sesuai dengan waktu dan tempat yang disepakati bersama oleh semua pihak.
    • Menyampaikan tujuan, waktu, dan lokasi pertemuan kepada orang tua.
    • Memberi tahu orangtua bahwa mereka boleh mengundang orang yang memiliki pengetahuan atau keahlian khusus tentang anaknya, seperti terapis, psikolog, dokter atau jika tidak memungkinkan kehadirannya, diperkenankan membawa hasil asesmen.
    • Pada pertemuan awal, tenaga pendidik akan mengembangkan garis-garis besar PPI berdasarkan informasi asesmen untuk memperoleh gambaran, masukan, tujuan, dan prosedur untuk mencapai tujuan. Hasil pertemuan dituangkan dalam bentuk tabel yang memuat identitas peserta didik dan hasil rekomendasi dari setiap anggota tim PPI

perolehan dataInformasi dari setiap orang menambah pemahaman tim tentang PDBK dan layanan yang dibutuhkan.

Orang Tua
Orang tua dapat menyampaikan informasi terkait kekuatan dan kebutuhan anak berkaitan dengan konteks kehidupan anak di rumah.

Tenaga Pendidik/Guru
Setidaknya satu dari tenaga pendidik di satuan pendidikan umum atau khusus tempat PDBK bersekolah harus berada di tim PPI. Tenaga pendidik mengutarakan kebutuhan PDBK yang berkaitan dengan kurikulum umum di kelas reguler, bentuk bantuan, layanan yang mungkin dilakukan dalam seting kelas, dan strategi untuk membantu PDBK belajar dan berperilaku. Tenaga pendidik kelas juga dapat berdiskusi dengan tim PPI terkait kemungkinan kebutuhan bagi para staf satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran PDBK di satuan pendidikan. Dukungan staf satuan pendidikan dapat mencakup pengembangan profesional atau pelatihan. Staf satuan pendidikan yang dimaksud di antaranya tenaga administrator, pegawai kantin, dan orang[1]orang yang menyediakan layanan bagi PDBK di satuan pendidikan.

Guru Pendidikan/Pembimbing Khusus (GPK)
Keberadaan GPK diharapkan dapat memberikan informasi dan pengalaman penting tentang cara mendidik PDBK berdasarkan dasar keilmuan pedagog mereka. Dengan latar belakang pendidikan khusus, Guru Pendidikan/Pembimbing Khusus (GPK) dapat berbicara tentang masalah-masalah seperti:

  • Cara memodifikasi kurikulum umum untuk membantu PDBK belajar.
  • Bentuk bantuan dan layanan tambahan yang mungkin dibutuhkan anak tersebut agar berhasil di kelas reguler dan di tempat lain.
  • Cara memodifikasi penilaian sehingga PDBK dapat menunjukkan apa yang telah dipelajari sesuai dengan kemampuannya.
  • Aspek lain dari instruksi individualisasi untuk memenuhi kebutuhan unik PDBK.
  • Selain membantu perancangan PPI, GPK juga dapat memegang peranan dalam hal berikut: 1) Bekerja dengan PDBK di ruang sumber atau kelas khusus yang digunakan untuk PDBK yang menerima layanan pendidikan khusus. 2) Mengajar dalam tim dengan tenaga pendidik kelas dan tenaga pendidik mata pelajaran. 3) Bekerja dengan staf satuan pendidikan lainnya, terutama tenaga pendidik kelas atau mata pelajaran, untuk memberikan masukan sesuai dengan keahlian mereka menangani kebutuhan unik PDBK.
  • Jika satuan pendidikan tidak memiliki GPK, maka satuan pendidikan dapat mengoptimalkan peran tenaga pendidik BK, tenaga pendidik mata pelajaran, tenaga pendidik kelas, dan orang tua.

Komite Sekolah
Komite Sekolah dapat berbicara dan memberikan dukungan sesuai peran dan fungsinya tentang sumber daya satuan pendidikan yang diperlukan. Pihak/ tenaga yang mewakili satuan pendidikan memiliki kewenangan untuk memastikan tersedianya layanan tambahan yang diperlukan agar PPI benar-benar dapat dilaksanakan.

Pihak Ahli/Tenaga Ahli tambahan
Dalam rapat rancangan PPI juga dapat mengikutsertakan anggota tambahan yang memiliki pengetahuan atau keahlian khusus di bidang terkait sesuai dengan keberlangsungan Pendidikan PDBK. Orang tua atau satuan pendidikan dapat mengundang tenaga profesional dengan keahlian khusus terkait disabilitas yang dialami PDBK. Tim PPI juga dapat mengikutsertakan orang lain (seperti pendidik kejuruan yang telah menangani anak tersebut) untuk berbicara tentang kekuatan dan/atau kebutuhan PDBK tersebut. Satuan pendidikan dapat mengundang satu atau lebih anggota tim yang dapat menawarkan keahlian/ pengetahuan khusus tentang PDBK, seperti dokter, dokter saraf, psikolog, terapis okupasi/fisik, terapis wicara, penyedia pendidikan jasmani adaptif, dan lain-lain. Selain diharapkan memberikan hasil asesmen terkait PDBK, mereka juga diharapkan dapat membantu semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPI dalam meningkatkan pengetahuandan pemahaman mereka mengenai penanganan PDBK tersebut.

sumber: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/rujukan/panduan-panduan-kurikulum-merdeka

Mungkin Anda juga menyukai